Skip to main content

Perang Tomat Ala Cikareumbi!


Halo! Rasanya udah lama banget gue ga ngepost ya.

Setelah dapat list tanggal acara yang akan diselenggarakan dekat-dekat ini, perang tomat adalah acara yang paling bikin gue pengen datang. Meskipun h-1 sempat galau karna ga ada tebengan, akhirnya dapet info kalau salah satu temen mau kesana juga. Alhamdulillah rejeki anak soleh. Akhirnya pada Minggu, tanggal 28 oktober 2018, kami berangkat berlima menggunakan 3 motor.

Ini adalah tahun pertama kami motret acara ini, artinya, kami sama sekali ga tau medan kami seperti apa. Jadi Berbekal instagram, gue pun mencari informasi tentang acara ini dan menemukan salah satu pemilik akun yang tahun lalu motret acara ini. Gue pun langsung DM dan akhirnya dapat info kalau acara ini dimulai dari jam 8 pagi dan kita harus mempersiapkan pelindung jika mau kesana. Berbekal info tersebut, sesampai di lembang kami langsung ke indomart untuk membeli jas hujan sekali pake. Lokasinya sendiri tidak terlalu susah. Dengan gps di ponsel dan bertanya kepada beberapa warga, kami pun sampai di tkp.

Setelah parkir motor, kami berkeliling gabut karena acara ternyata belum dimulai. Hal yang bikin gue salut adalah, banyaknya apresiator yang datang. Baik itu yang moto, bikin video, ataupun hanya sebatas riset. Wih!

Gue lupa pawai tepatnya dimulai jam berapa, yang jelas saat itu matahari sudah lumayan terik. Anak-anak memakai pakaian adat disusul dengan warga lain yang memakai beragam atribut pun berbaris. Mereka menari sambil diiringi musik. Setelah maju-mundur, maju-mundur entah keberapa kali untuk merapihkan barisan, akhirnya peserta pawai pun berjalan dan kami… setelah motret, memutuskan untuk menunggu di warung. Kami sepakat tidak ikut pawai karena… karena.. objeknya akan tetap sama sebenernya. Dengan kami yang sudah lumayan bercapek-capek di jalan untuk sampai ke ktp, kalau misal kami ikut pawai keliling kampung, bisa-bisa kami capek duluan sebelum perang tomat dimulai. Gitu sih gue mikirnya. Gatau anak-anak yang lain. Setelah menunggu cukup lama, peserta pawai mulai terdengar kembali. Kami pun bersiap mencari lokasi yang enak untuk motret perang tomat. 

Keselnya, acara teryata ngaret dikarenakan bupati yang sedikit terhambat karena jalanan yang macet. Akhirnya kami pun dengan sabar menunggu kehadiran beliau. Sambil menunggu, kami mulai memakai jas hujan sebagai persiapan. Kamera pun tak lupa kami tutupi dengan plastik agar selamat sampai acara berakhir. Setelah bersiap dan sedikit berfoto-foto ria, bpk bupati datang. kami pun semakin dekat ke acara yang dinanti-nanti. Perang tomat. yeay! setelah beberapa sambutan, prosesi perang tomatpun dimulai.

Awalnya, beberapa laki-laki dengan atribut topeng dan membawa tameng terbuat dari bambu  pun berjoget mengikuti irama, setelah itu mereka mulai melemparkan tomat ke lawannya. Kemudian para wanita dengan hiasan hasil alam yang tertempel di tubuhpun mulai menari dan ikut melempari lawannya dengan tomat. Setelah itu byar!! Dwarr!!! Dimulailah perang yang sesungguhnya!

Gue kaget setengah mampus. Tempat gue moto, berada persis di tengah tkp perang. Tomat melayang sana-sini, badan rasanya kaya digebugin! Gue udah ga mikirin lagi teman-teman gue kemana, gue Cuma bisa moto, moto dan moto (yea walaupun hasilnya ternyata agak ascek (asal cekrek) yang jelas gue tetep gamau kehilangan moment setahun sekali ini! Sialnya, salah satu tomat kena persis ke kamera gue. Bengong gue! Sumpah!  “anjir lanjut gak ya?” pikir gue saat itu. Tapi kemudian gue ngeliat temen gue dan belasan orang masih pada moto dengan semangatnya. Jadilah gue kembali moto. Difikir cemen amat kalau udahan!! Gue pun lanjut moto dengan semangat. Kampretnya, meski gue udah dipinggir, tetep aja gue kena timpuk. Karna greget, gue pun mulai ngambil tomat yang ada di jalanan dan gue lempar-lemparin ke arah depan. Lega! Sumpah! Wkwkwk.

Seranganpun berangsur sedikit. Gue sama riri pergi ke belakang panggung buat ‘bersih-bersih’ setelah itu gue sama riri kembali ke tkp dan menemukan perang sudah benar-benar berakhir. Warga hanya sedang berjoget ria bersama sinden yang mengiringi dari atas panggung. Kami motret sebentar kemudian mulai mencari teman-teman kami yang lain.

Hal menarik yang selanjutnya terjadi adalah, warga kampung yang sangat kompak. Setelah perang dan berjoget ria, mereka mulai membersihkan jalanan yang dipenuhi tomat. Jalanan yang tadinya terlihat kotor pun berangsur bersih kembali. Salut banget!

Setelah membersihkan motor kami yang kotor karna ikut kena timpuk tomat, kami pun mampir ke punclut untuk makan kemudian pulang sambil hujan-hujanan. Untungnya, jas ujan sisa perang tidak kami buang. Kamera pun aman dari hujan yang mengiringi dari punclut sampai ke buah batu.

Kalau mau moto kesini, kalian harus…
-Tampil sesederhana mungkin karena.. kalau mau ngegaya mah ke mol aja gais.
-Bawa raincoat kamera, kalau ga punya pake plastik!
-Bawa raincoat badan karna super dibutuhkan!
-Pakai sandal gunung atau sepatu sekalian!
-Siap digebugin dan jangan manja!
-Full batre dan low space memori adalah kewajiban.
-Untuk lensa sih, kebutuhkan lo aja maunya moto ‘apanya’ jadi menyesuaikan selera ya.
-Bawa duit!

Udah ya segitu dulu. Intinya sih acaranya super meriah!








Comments

Popular posts from this blog

Review Vincenzo : Drakor Bertema Mafia Tanpa Embel Cinta-Cintaan

(Gambar: Netflix) Setelah sekian lama ga nonton drama korea, kejenuhan duniawi bikim gue akhirnya meminta rekomendasi drama korea ke teman dan voila, gue menamatkan drama Vincenzo dalam waktu sekitar 2 minggu. Vincenzo bercerita tentang pengacara keturunan korea yang besar di italia dan bekerja sebagai seorang congsigliere untuk para mafia. Tidak hanya bekerja sebagai congsiglire , Vincenzo juga membuat jasa penyimpanan untuk para orang kaya yang ingin menaruh harta benda dengan lokasi aman dengan penjagaan yang modern di korea selatan. Cerita mulai bergerak ketika klien Vincenzo tiba-tiba meninggal dunia. FYI, klien super kaya tersebut menggunakan jasa Vincenzo untuk menyimpan emas dengan akses yang hanya diketahui Vincenzo dan salahsatu rekannya. Mengetahui kabar tersebut, Vincenzo langsung terbang menuju korea selatan untuk mengamankan emas tak bertuan tersebut. Oke karena bukan drama korea namanya kalau tidak ada masalah yang belibet, lokasi tempat Vincenzo menaruh emas, Plaza Ke...

INESA (1. Awal)

Tama datang memakai celana jeans usang dengan hodie hitam kesayangannya. Kacamata di hidungnya yang mancung sesekali ia benarkan karena melorot. Matanya terus mencari tanpa mau menatapku yang duduk persis di sebrangnya. Dua tahun aku mengenalnya, aku tau dia sedang gugup entah karena apa. Pesanan kami datang. Jus melon dan mie ayam kesukaanku membuatku lupa pada tama yang entah kenapa hanya memesan minuman. Mungkin dia sedang bokek, entahlah. Aku terlalu lapar untuk berfikir tentang keanehan Tama. “pelan-pelan makannya,” tegur Tama sambil (akhirnya) menatapku. Aku hanya cengengesan sambil terus melanjutkan makan. Pekerjaan kantor yang menumpuk membuatku lupa makan siang. Jadi jangan slahkan kalau makanku tidak cantik. Toh aku memang tidak cantik sih. Selama aku makan, Tama benar-benar diam. Biasanya dia bakal nyerocos tentang apapun yang ia alami selama seminggu kami tidak bertemu. Maklum, Jakarta-bogor memiliki jarak yang lumayan sehingga kami harus cukup puas bertemu...

Fondu Cake: Chiffon Murah yang Super Premium!

Siapa setuju kalau dimoment perayaan, hal yang paling ditunggu dan dinanti adalah makanan manis? yap! faktanya, makanan manis memang bisa bikin seseorang bahagia lho. Hal ini terjadi karena ketika kita mengkonsumsi makanan manis, bagian otak bernama nucleus accumbens akan menghasilkan dopamin, atau yang terkenal dengan "hormon bahagia". Ga cuma itu, makanan manis juga membantu melepaskan serotonin , salahsatu hormon yang dapat memberikan efek menenangkan. Menarik sekali bukan?  Nah khusus buat kalian yang mau makin bahagia diperayaan dengan menghadirkan makanan manis, kalian wajib banget untuk intip Fondu Cake: kue chiffon kekinian dengan beragam rasa yang siap memaksimalkan kebahagiaan!  (foto by Instagram/fonducakery) Berbeda dengan kue lainnya, fondu cake menyajikan kue berjenis chiffon yang memiliki tekstur lebih ringan dengan lapisan yang lembap. Bahkan dalam gigitan pertama, kalian sudah langsung dapat merasakan kelembutan tekstur dari fondu cake ini. Dengen begitu, g...