Skip to main content

INESA (1. Awal)


Tama datang memakai celana jeans usang dengan hodie hitam kesayangannya. Kacamata di hidungnya yang mancung sesekali ia benarkan karena melorot. Matanya terus mencari tanpa mau menatapku yang duduk persis di sebrangnya. Dua tahun aku mengenalnya, aku tau dia sedang gugup entah karena apa.

Pesanan kami datang. Jus melon dan mie ayam kesukaanku membuatku lupa pada tama yang entah kenapa hanya memesan minuman. Mungkin dia sedang bokek, entahlah. Aku terlalu lapar untuk berfikir tentang keanehan Tama.

“pelan-pelan makannya,” tegur Tama sambil (akhirnya) menatapku. Aku hanya cengengesan sambil terus melanjutkan makan. Pekerjaan kantor yang menumpuk membuatku lupa makan siang. Jadi jangan slahkan kalau makanku tidak cantik. Toh aku memang tidak cantik sih.

Selama aku makan, Tama benar-benar diam. Biasanya dia bakal nyerocos tentang apapun yang ia alami selama seminggu kami tidak bertemu. Maklum, Jakarta-bogor memiliki jarak yang lumayan sehingga kami harus cukup puas bertemu seminggu sekali. Itu pun kalau tidak saling sibuk.

“kenyang?” tanya Tama saat melihatku menyingkirkan mangkuk kosong dengan isi yang sudah berpindah ke perut.

“masih pengen es campur sih,” sahutklu nyengir.

“gih pesen,” katanya. Aku menggeleng sambil meminum jus melonku.

“kamu mau ngomong apa? Maaf kepotong makan. Laper ga kuat,” tanyaku setelah menyingkirkan gelas yang sudah kosong. Aku sudah kenyang, aku siap mendengarkan.

“aku bingung harus mulai darimana,” kata cowokku itu sambil lagi lagi, membenarkan kacamatanya.

Aku membenarkan posisi duduk ku dan mulai merasakan sesuatu yang penting akan terjadi. Tama masih diam, aku diam, bahkan musik yang sedari tadi mengalun pelan di kedai ini pun ikut-ikutan diam.

“kalau kita udahan gimana mel?” tanyanya seketika membuatku kaget. Sebentar, dia ngajak putus?

“gimana? Putus maksudnya?” tanyaku memastikan. Tama mengangguk gugup. “alasannya kenapa?” tanyaku akhirnya.

Tama menatapku ragu. “aku pingin ngelamar. Tapi kayanya kamu bakal nolak. Kamu masih pengen kerja kan?” diam-diam aku mengiyakan omongannya. “Inesa, aku udah 32 lho,” lanjut Tama dengan penekanan pada umurnya yang memang sudah banyak.

Tapi, kalau sudah 32 lalu kenapa?

“ibu udah berisik minta cucu,” Lanjutnya seolah tau apa yang aku fikirkan.
Ah Tama. Pacarku yang baik. Kalau sudah begini aku bisa apa?

Bersambung.

(Kalau mau copas ijin dulu ya!)

Comments

Popular posts from this blog

Review Vincenzo : Drakor Bertema Mafia Tanpa Embel Cinta-Cintaan

(Gambar: Netflix) Setelah sekian lama ga nonton drama korea, kejenuhan duniawi bikim gue akhirnya meminta rekomendasi drama korea ke teman dan voila, gue menamatkan drama Vincenzo dalam waktu sekitar 2 minggu. Vincenzo bercerita tentang pengacara keturunan korea yang besar di italia dan bekerja sebagai seorang congsigliere untuk para mafia. Tidak hanya bekerja sebagai congsiglire , Vincenzo juga membuat jasa penyimpanan untuk para orang kaya yang ingin menaruh harta benda dengan lokasi aman dengan penjagaan yang modern di korea selatan. Cerita mulai bergerak ketika klien Vincenzo tiba-tiba meninggal dunia. FYI, klien super kaya tersebut menggunakan jasa Vincenzo untuk menyimpan emas dengan akses yang hanya diketahui Vincenzo dan salahsatu rekannya. Mengetahui kabar tersebut, Vincenzo langsung terbang menuju korea selatan untuk mengamankan emas tak bertuan tersebut. Oke karena bukan drama korea namanya kalau tidak ada masalah yang belibet, lokasi tempat Vincenzo menaruh emas, Plaza Ke...

Fondu Cake: Chiffon Murah yang Super Premium!

Siapa setuju kalau dimoment perayaan, hal yang paling ditunggu dan dinanti adalah makanan manis? yap! faktanya, makanan manis memang bisa bikin seseorang bahagia lho. Hal ini terjadi karena ketika kita mengkonsumsi makanan manis, bagian otak bernama nucleus accumbens akan menghasilkan dopamin, atau yang terkenal dengan "hormon bahagia". Ga cuma itu, makanan manis juga membantu melepaskan serotonin , salahsatu hormon yang dapat memberikan efek menenangkan. Menarik sekali bukan?  Nah khusus buat kalian yang mau makin bahagia diperayaan dengan menghadirkan makanan manis, kalian wajib banget untuk intip Fondu Cake: kue chiffon kekinian dengan beragam rasa yang siap memaksimalkan kebahagiaan!  (foto by Instagram/fonducakery) Berbeda dengan kue lainnya, fondu cake menyajikan kue berjenis chiffon yang memiliki tekstur lebih ringan dengan lapisan yang lembap. Bahkan dalam gigitan pertama, kalian sudah langsung dapat merasakan kelembutan tekstur dari fondu cake ini. Dengen begitu, g...