Skip to main content

Sesuatu di Bandung.

(Gambar: Pixabay)

Kemarin punya kesempatan bengong di jalan yang akhirnya membuat pikiran melanglang buana.

Dari jaman saya sering pergi sendiri, bengong di jalan itu rasanya kaya udah jadi kebiasaan. Saya orang yang susah tidur, dan bakal pusing kalau baca buku di mobil. Jadi lah... Bengong sambil ngeliat keluar jendela.

Bengong disini jatuhnya lebih ke flashback sih. Tanpa sadar otak saya langsung mengulang lagi kejadian-kejadian yang pernah saya alami. Ga jarang itu bikin senyum-senyum sendiri sampai bahkan nangis untuk ingatan yang sedih.

Dan kemarin, saya punya kesempatan mikirin apa yang sudah saya lewatin beberapa tahun ini. Di Bandung. 

Awalnya bandung bagi saya hanyalah tempat berkunjung ke rumah saudara. Selang beberapa tahun, siapa sangka saya bakal kuliah di Bandung dan menjadikan Bandung sebagai kota cantik tempat saya pulang? 

Benar ya. Takdir memang tidak ada yang tau..

Banyak hal yang terjadi selama saya berkuliah di kota ini. Rasanya proses pembentukan jati diri pun banyak dimulai di Bandung. Untuk itu, jujur saya sangat bersyukur.

Bandung membuat saya lebih dekat dengan ibu saya, Bandung membuat saya dapat merasakan kangen pada keluarga dan teman di kampung. Intinya... Bandung membuat saya punya kehidupan baru. Yang tentu saja lebih menarik!

Rasanya agak lucu ketika dulu, lewat jalan di Bandung terasa asing. Sekarang... sama sekali engga. Bahkan ketika saya melewati tempat yang pernah saya singgahi, rasanya jadi senyum-senyum sendiri. Ah saya pernah kesana bareng teman saya untuk a.. ah saya pernah mampir ke situ bareng teman saya untuk b.

Duh.. saya ga bohong waktu saya bilang bandung emang kota yang nyaman untuk tumbuh. 

Walau Bandung menawarkan kenyamanan, sayangnya mimpi saya ada di kota lain. Meski belum dapat terwujud, tapi saat ini saya benar-benar sedang mengusahakannya. Doakan ya? :)

Ahh rasanya kaya baru kemarin bawa banyak baju untuk memulai tinggal di bandung. 

Terimakasih Bandung dan segala ceritanya.. 


Comments

Popular posts from this blog

Review Vincenzo : Drakor Bertema Mafia Tanpa Embel Cinta-Cintaan

(Gambar: Netflix) Setelah sekian lama ga nonton drama korea, kejenuhan duniawi bikim gue akhirnya meminta rekomendasi drama korea ke teman dan voila, gue menamatkan drama Vincenzo dalam waktu sekitar 2 minggu. Vincenzo bercerita tentang pengacara keturunan korea yang besar di italia dan bekerja sebagai seorang congsigliere untuk para mafia. Tidak hanya bekerja sebagai congsiglire , Vincenzo juga membuat jasa penyimpanan untuk para orang kaya yang ingin menaruh harta benda dengan lokasi aman dengan penjagaan yang modern di korea selatan. Cerita mulai bergerak ketika klien Vincenzo tiba-tiba meninggal dunia. FYI, klien super kaya tersebut menggunakan jasa Vincenzo untuk menyimpan emas dengan akses yang hanya diketahui Vincenzo dan salahsatu rekannya. Mengetahui kabar tersebut, Vincenzo langsung terbang menuju korea selatan untuk mengamankan emas tak bertuan tersebut. Oke karena bukan drama korea namanya kalau tidak ada masalah yang belibet, lokasi tempat Vincenzo menaruh emas, Plaza Ke...

INESA (1. Awal)

Tama datang memakai celana jeans usang dengan hodie hitam kesayangannya. Kacamata di hidungnya yang mancung sesekali ia benarkan karena melorot. Matanya terus mencari tanpa mau menatapku yang duduk persis di sebrangnya. Dua tahun aku mengenalnya, aku tau dia sedang gugup entah karena apa. Pesanan kami datang. Jus melon dan mie ayam kesukaanku membuatku lupa pada tama yang entah kenapa hanya memesan minuman. Mungkin dia sedang bokek, entahlah. Aku terlalu lapar untuk berfikir tentang keanehan Tama. “pelan-pelan makannya,” tegur Tama sambil (akhirnya) menatapku. Aku hanya cengengesan sambil terus melanjutkan makan. Pekerjaan kantor yang menumpuk membuatku lupa makan siang. Jadi jangan slahkan kalau makanku tidak cantik. Toh aku memang tidak cantik sih. Selama aku makan, Tama benar-benar diam. Biasanya dia bakal nyerocos tentang apapun yang ia alami selama seminggu kami tidak bertemu. Maklum, Jakarta-bogor memiliki jarak yang lumayan sehingga kami harus cukup puas bertemu...

Fondu Cake: Chiffon Murah yang Super Premium!

Siapa setuju kalau dimoment perayaan, hal yang paling ditunggu dan dinanti adalah makanan manis? yap! faktanya, makanan manis memang bisa bikin seseorang bahagia lho. Hal ini terjadi karena ketika kita mengkonsumsi makanan manis, bagian otak bernama nucleus accumbens akan menghasilkan dopamin, atau yang terkenal dengan "hormon bahagia". Ga cuma itu, makanan manis juga membantu melepaskan serotonin , salahsatu hormon yang dapat memberikan efek menenangkan. Menarik sekali bukan?  Nah khusus buat kalian yang mau makin bahagia diperayaan dengan menghadirkan makanan manis, kalian wajib banget untuk intip Fondu Cake: kue chiffon kekinian dengan beragam rasa yang siap memaksimalkan kebahagiaan!  (foto by Instagram/fonducakery) Berbeda dengan kue lainnya, fondu cake menyajikan kue berjenis chiffon yang memiliki tekstur lebih ringan dengan lapisan yang lembap. Bahkan dalam gigitan pertama, kalian sudah langsung dapat merasakan kelembutan tekstur dari fondu cake ini. Dengen begitu, g...