FYI, Sebenarnya perjalanan ke Dieng ini bukan hal yang wajib. Kami dibebaskan memilih untuk ikut/ tidak dengan catatan tetap menyetorkan foto dimanapun lokasinya. Yaaaah.... karena dari jaman SMA gue udah senaksir itu dengan Dieng, dapat kesempatan itu tentulah ga akan gue lewatkan dong!
Akhirnya dengan membayar Rp 500.000 (kalau ga salah berarti bener) kami pun berangkat dari Bandung, untuk hanya melihat kabut. Yap, sampai di puncak, jangankan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, mataharipun enggan menyapa kami. Cuaca 100% berkabut dari awal pendakian sampai ke puncak. Bahkan saat turun dari Prau, angin dan hujan (sempat hujan es juga) membuat kami harus berteduh di warung-warung kaki gunung.
Singkatnya, ga ada sama sekali hal berkesan yang terjadi. Ah kecuali dua hal ini: gue dan teman nyasar dan terpisah dari rombongan saat kami sedang hunting di kota lama Semarang dan salahsatu kebodohan dimana gue mandi air dingin padahal di penginapan itu tersedia water heater: pinterrr!
Jadi dari beragam hal apes diatas, berikut tips tipis-tipis biar kalian puas saat ke Dieng:
- Bukan tempatnya, tapi sama siapanya. Ga perlu gue jelasin lahya. Ngerti pasti.
- Waktu yang tepat naik ke gunung Prau: Juli - Agustus
- Kalau kalian mau pasang tenda disana, jangan lupa bawa persediaan untuk menunjang kehidupan di gunung
- Kalau kalian ga ngecamp, pastikan penginapan kalian menyediakan water heater
- Intinya, riset sebanyak-banyaknya sebelum berangkat adalah hal wajib dan kudu!!

Comments
Post a Comment